Rabu, 24 Juni 2015

Sungai Itu Milik Siapa Sich............

Bicara sungai? Ucap salam dulu yaa. Salam Rp #RiverPatrol adalah #PatroliSungai. Sejatinya Sungai adalah milik public, katanya sich apa benar itu?

Secara Ekosistem memang sungai mengalir dari hulunya di pegunungan dataran tinggi ke muaranya di dataran rendah hingga ke laut. Namun bicara hulu hilir lantas apa yang terjadi di sepanjang alirannya? Ayoo kita runut terkait permasalahan hulu hilir di dunia persungaian yang katanya milik publik itu?

Di hulu sungai memiliki hutan, siapa penguasa hutan? ada yang bilang hutan milik pemerintah di kementrian kehutanan dan lingkungan hidup (KLHK) itu baru katanya loh......
Sedangkan di tengah sungai yang katanya banyak sawah dan bangunan rumah itu milik siapa? siapa yang punya tanggung jawab seperti yang memeiliki hutan?
Kalau di hilir sich sudah jelas kan ada kementrian kelautan dan perikanan tentunya harus ikut menjaga dong? kalau di tengah kan kementriannya banyak banget apa juga kementrian itu ikut menjaga sungai? monggo yang bisa jawab di jawab.

Dari hulu saja hutan, apakah di sepanjang alirannya di sepanjang jalan airnya juga hutan? oh terkait itu harusnya kita bisa melihat secara langsung di setiap jengkal lika-likunya sungai loh yaa. yang merasa memiliki sungai?
Kalau dari pengalaman Team Armada River Patrol, tidak semua sungai di kanan kirinya hutan loh, tergantung karakteristik sungainya. Katakan saja Sungai Cisadane yang hulunya di Gunung Gede Pangranggo sana di daerah kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Sukabumi, Bogor dan Cianjur secara administrasi. Di hulunya memang hutan, di tengah ada pemukiman,  dan di hulu anak sungainya pun ada hutan, pemukiman dan hingga muaranya kelaut sana loh. Apakah di sungai ada kaitannya dengan mata air, setu dan sawah? Nah itu dia secara daerah aliran sungai (DAS) tentunya juga ada kaitannya dong.

Bicara tentang aliran sungai dan kaitan sungai tentang hutan,mata air, setu dan sawah tentunya idealnya bantaran sungai memang harusnya ada pohon nya walau bukan hutan, tapi kan di era sekarang istilah RTH  sangat santer di kampayekan, apakah itu bisa di terapkan? wah emboh siapa saja coba jawab pertanyaan itu yaa.

Bicara sungai katanya pada tanggal 26-30 Agustus 2015 ada kongres tentang sungai di Banjarnegara- Jawa Tengah. nah loh tu siapa yang ngadain Kongres sejak kapan sungai di privatisasi?  Ingat loh bung bahwasannya sungai itu milik Publik.


Salam Rp (RiverPatrol Susur Alam Lewat Alur Masyarakat) #RiverPatrol adalah #PatroliSungai.


Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsApp #PatroliSungai.
Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 08561235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin










Jumat, 19 Juni 2015

Kurang lebih Empat Jam di Air Bersama Team Armada River Patrol

Pada tanggal 13 Juni 2015 Team Armada River Patrol, berpatroli di sungai Ciliwung.
Star patroli dari Ciliwung Jembatan Pagersi Kedung Tangkil, selama kurang lebih 4 jam penyusuran Team Armada River Patrol, Mendapati pencemaran oleh limbah domestik, buangan sampah dan pelanggaran sepadan sungai.



Selain pelangaran dan pencemaran yang di dapat Team Armada River Patrol juga mendapati di finisnya Team Armada River Patrol Ciliwung masih dimanfaatkan sebagai air baku untuk memenuhi kebutuhan air baku Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kahuripan.




Secara Ekologi memang Sungai pasti ada kaitannya dengan prilaku manusia, namun yang tak pernah di banyangkan oleh team armada River Patrol, kok bisa yaa..... sungainya dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari juga di manfaatkan untuk membuang sampah? Bagaimana mungkin orang tega mengotorinya, di satu sisi sungai di manfaatkan sebagai kebutuhan sehari-hari. Di satu sisi sungai Ciliwung juga di kotori seolah tak punya rasa bersalah? duh Gusti apakah ini juga merupakan prilaku mahlukmu? bukankan sudah jelas jika kebersihan itu sebagian dari iman kita?



Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsApp #PatroliSungai.
Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 08561235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin

Kamis, 11 Juni 2015

Yuk kita kenali sungai kita

Salam Rp Sabtu 13 Juni 2015 #RiverPatrol akan berpatroli di sungai Ciliwung.kumpul di Jl. H Wahid no42 Rt04 Rw05 Kel. Kedung Waringin Kec, Bojonggede Kab. Bogor
Cp Mas Harkuk 08561235298

Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsApp #PatroliSungai.
Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 0856235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin

Kamis, 04 Juni 2015

Hasil Ekonomiku Untuk Sungaiku Dan Keluargaku

Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup tanggal 5 juni 2015 kami yang tergabung dalam kelompok peduli sungai mengikuti pameran di gedung kesenian kabupaten Bogor.


Dalam pameran ini kami berjualan, hasil karya kami, seperti MagicTea kembang telang, beras sehat tampa pertisida, tanaman benih lokal, hasil sablonan kaos, riverboard, dan produk pertanian komunitas lainya.

Ini Kami lakukan untuk kemandirian ekonomi di keluarga kami, untuk kelestarian sungai kami. Untuk anak cucu kami serta untuk persahabatan dan perkawanan kami dalam berkomunitas.



Jualan kami pilih karna buat ajang sosialisasi #PatroliSungai #Rp #RiverPatrol, serta penyadaran keperdulian akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan sekitar kita.


Apa yang kami jual? jawabannya MagicTea pewarna alami daun Telang. Teh Magic yang mempunyai kasiat untuk kesehatan. Hasil dari jualan kami di peruntukan untuk keluarga kami dan gerakan komunitas kami dalam kemandirian Ekonomi.

Bicara kemandirian Ekonomi tentunya artinya luas namun bagi kami madirinya ekonomi di kami juga akan membantu dalam hal semua gerakan kami dalam berbuat sesuatu untuk alam.

Kami bergerak seperti air kemanapun kami mengalir masih melibatkan satu kesatuan dalam rantai makanan dalam kehidupan atau juga bisa di katanya seperti Ekosistemnya.
Dengan mandirinya kami, kami juga bisa menyarakan kondisi sungai-sungai kami tercemar maupun tidaknya.




kami miris sungai kami kini mulai tercemar ringan maupun berat. Oleh sebab itu kami memilih jalan berjualan untuk berkegiatan dalam keperdulian pada lingkungan maupun dalam memandirikan keluarga kami.











Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsApp #PatroliSungai.
Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 0856235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin


River Patrol Ciaruteun Untuk Ekonomi

River patrol 2juni2015 di sungai Ciaruteun mendapati sebaran sampah di sungai. selain mendapati sampah tim armada #PatroliSungai juga menyempatkan mancing di sungai Ciaruteun.


Memancing butuh kesabaran seperti halnya kita harus sabar jika mau melawan apa yang terjadi terhadap kondisi sungai-sungai kita.

Melawan dalam artian tidak perlu berkoar-koar adalah bentuk perlawanan kami dalam berkomunitas, berkelompok. Melawan dalam artian ini cukup kita melakukan atau di sebut dengan istilah Action langsung.

Jangan sampai kita menunggu pohon yang terakhir baru kita akan menanam. sungai yang kering baru kita akan berbuat untuk sungai. Ikan terakhir di tangkap baru kita akan ngomong melestarikan ikan. Baru kita sadar bahwasannya uang dan jabatan tak ada artinya atau kita makan.

Semua butuh uang sobat (sekolahbantaransungai), tapi uang bukan segalanya kalau semua sudah berakhir atau mulai krisis.

Sungai Ciaruteun masih memiliki potensi untuk kita selamatkan, sungai ciaruteun merupakan anak sungai Cianten Cisadane.
Di sungai cianteun dari hasil mancing Tim Armada patroli sungai masih kita dapati lokalitas ikan, ikan lokal seperti lele lokal, beuter atau wader, mujair, sepat dan belut, sedangkan yang lain merupakan ikan introduksi seperti gabus, nila.

Demi melestarikan ikan lelel lokal Tim patroli sungai membiarkan lele lokal hidup, namun untuk di budidayakan supaya tidak punah, nantinya juga akan kita lepaskan ke sungai kembali. Namun dalam pelepasanya tentunya kita juga membutuhkan biaya untuk perawatan dan pelepasannya. kalau para sobat atau kawan-kawan disini ada yang tertarik melepaskan ikan lele lokal segera kontak kami.


Apa lagi yang perlu kita perbuat untuk sungai? jika ada usulan serta saran mohon sekiranya bersedia mengkontak kami Tim Armada Patroli sungai #RiverPatrol.

Biaya-biaya yang kami maksud di atas merupakan biaya untuk perawatan serta sosialisasi ke masyarakat luas sehingga, masyarakat turut serta dalam melestarikan lokalitas ikan Ciaruteun.

Adapun Tim Armada Patroli sungai hanya segelintir orang gila yang gila melestarikan sungai-sungai dan ekosistem di sungai.



Selain Berpatroli kita juga melibatkan masyarakat dalam pembibitan ikan, pembibitan pohon lokal dengan harapan menambah perekonomian di tingkat masyarakat petani pingiran sungai. serta kegiatan yang bisa menghasilkan perekonomian bagi masyarakat yang menjaga sungai.
Sungai untuk petani, petani butuh air sungai. mari kita sama-sama ikut serta menyuarakan pada petani menguarangi pemakaian pertisida, supaya sungai kita tidak tercemar oleh pertisida.



Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsApp #PatroliSungai.
Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 0856235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin

Cek juga disini http://tjiliwoeng.blogspot.com/

Patroli Sungai Cianten

Tanggal 1 may 2013 Tim armada Patroli sungai menyusuri sungai cianten anak sungai Cisadane.
Secara kasat mata sungai cianten memang jernih airnya, namun siapa yang tau kejernihannya mengundang pertanyaan. apa benar memang sungai Cianten itu terbebas dari sampah dan limbah sehingga sungai Cianten layak di manfaatkan untuk wisata sungai.

Dalam patroli sungai kali ini Tim Armada #PatroliSungai mendapati pemanfaatan sungai Cianten menjadi tempat wisata air Advanture, memang layak Cianten menjadi tempat bermain Rafting. secara great dan riam luar biasa, memang sungai Cianten di kanan kirinya pun kita seolah di sajikan berbagai macam tebing atau istilahnya adalah Green Cayon Cianten.

Cianten menyajikan layaknya sungai yang bebas dari perusakan sepadan, namun apakah benar itu semua?
Dalam perjalan patroli sungai yang berdurasi 1 jam di air dan 6 jam di darat seolah kami Tim patroli melihat indahnya Green Canyon, indahnya riparian di sepanjang bantaranya juga menjadi pemandangan terendiri bagi penikmat Rafting dan Tim Patroli Sungai.

Tim patroli mendapati eretan penyeberangan masyarakat yang di manfaatkan untuk menyeberangkan motor, gethek penangkap ikan, sampah, serta luasnya bantaran Cianten yang banyak di tumbuhi bambu dan dimanfaatkan untuk menjadi kebun.

Patroli ini star-nya dari situs Gong, finisnya di muara Cisadan Situs Batu Tulis.



Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsup #PatroliSungai.
Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 0856235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin

Cek juga di sini http://tjiliwoeng.blogspot.com/

Rabu, 03 Juni 2015

River Patrol In Ciliwung

Patroli Sungai pada tanggal 31 may 2015 tim armada #PatroliSungai menemukan buagan sampah dari perumahan Graperi 2 kabupaten Bogor Kecamatan Bojonggede. selain menemukan buangan sampah tim patroli juga mendapati pemancing yang dapat Bulus, dalam bahasa sunda juga di sebut kuya. bulus merupakan bahasa jawa kalau bahasa Indonesianya kura-kura sungai.





Selain sampah dan bulus tim armada patroli sungai juga menemukan dan merogpoh ikan senggal dan lele dumbo untuk di lestarikan, Ikan senggal akan di budidayakan untuk di kembalikan ke sugai lagi setelah di budidayakan di kolam penelitian Armada Patroli Sungai.

Dalam kegiatan RIver Patrol ini kami melibatkan anak-anak Sobat Ciliwung (Sekolah Orang Bantaran Ciliwung) serta menerapkan model melihat biota sungai dengan Biotilik.



Patroli sungai ini dilakukan untuk melihat sedekat mungkin permasalahan sungai-sungai kita di Negri ini.
Patroli ini dilakukan oleh kawan-kawan Ciliwung bojonggede, Ciliwung Institute, Cisadane Institute, EcoEduWisataCiliwungBojonggede, River Camp  Dan  345Point Advanture sebagai provedernya.

Untuk ikut serta dalam dalam kegiatan kami bisa kontak kami di Group wathsup #PatroliSungai.

Kontak person Patroli Sungai Hari Yanto kikuk 0856235298
Kontak person 345point Advanture Firdaus 08991338014
Kontak person Ciliwung Institute Sudirman Asun 081212125108
Kontak person EcoEduWisataBojonggede Eka 089507057345
Kontak person Benih Lokal Reza 089668062407
Kontak person Ciliwung Bojonggede Udin Hasanudin

Cek Juga di sini http://tjiliwoeng.blogspot.com/

Selasa, 06 Januari 2015

Ayooo........ kita kenali sungai sekitar kita (SAVE OUR RIVER)

Ayo kawan kita kenali sungai sekitar kita, gali potesinya, siapa pemanfaatnya serta siapa yang menerima manfaatnya? Save River Save River Save River no River Site private, Yes a River go public mybe.

Pada tanggal 10-11 Januari 2015 Komunitas wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) bersama Recikal Tani lestari, Cisadane Institute, Badan teritorial Telapak Jawa bagian Barat (BTJabagbar), Pencinta Alam Institute Pertanian Bogor (Lawalata IPB), Ciliwung Institute (CI) dan para pihak yang memiliki konsen terhadap sungai akan melakukan susur anak sungai Cisadane. bagi anda yang ingin bergabung silakan kontak kami. berhubung kegiatan susur ini akan kami lakukan di tanggal !0 Januari jam 06.00WIB diharapkan para peserta datang atau berkumpul pada tanggal 9 Januari 2015. Para peserta yang akan ikutan susur akan panitia tempatkan dirumah Hari Keuhkel dan masyarakat kampung Ciketug Rt01/Rw04 untuk tempat menginap pada tanggal 9 malam. Kegiatan Susur ini mengikuti Jejak susur Ciliwung yang pertama kali dilakukan pada tanggal 8-9 Januari 2011, sehingga diharapkan bisa meyambungkan angkanya 8,9,10 dan 11 Januari di tahun yang berbeda.

Sebagai catatan: Kegiatan susur ini Volutary, Komsumsi dan ongkos menuju dan pulang tidak di tanggung oleh panitia. serta tidak menutupi kemungkinan jika ada yang mau berkenan untuk menyumbangkan sebagian rejekinya untuk mendukung kegiatan susur sungai ini dan meringankan beban untuk biaya makan selama kegiatan berlangsung, silakan kontak kami. Untuk yang ingin mendukung atau menyumbangkan sebagian rejekinya silakan kontak panitia kami atas nama Hari keuhkel 08561235298 atau kontak persen lainya yang tertera di ajakan kegiatan ini. setelah kegiatan ini selesai, seminggu paska kegiatan susur akan dilakukan penanaman pohon di lahan masyarakat di kampung Ciketug Lebak Rt 01/Rw 04 Kel. Pangkal Jaya Kec. Nanggung Kab. Bogor.

catatan tambahan: Bagi para peserta yang mengikuti susur sungai ini diharapkan membawa perlengkapan kebutuhan lapangan.

Selasa, 16 Desember 2014

Hari Tanah Internasional dan Rangkaiannya Untuk Anak Cucu.

Bertepatan dengan hari Tanah Dunia yang jatuh pada tanggal 5 Desember 2014 anak-anak himpunan mahasiswa ilmu tanah IPB merayakan Hari Tanah Dunia bersama Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane dan  SATGAS Pengelolaan Sampah Faperta Hijau, dengan berkampaye membagikan Stiker pada para penjalan kaki yang membawa makanan.
 Maksud dari kampaye ini sendiri adalah mengigatkan para pejalan kaki yang membawa bawaan berupa makanan ataupun minuman yang mengandung plastik supaya tidak membuang sampahnya sembarang yang akan mengakibatkan Tanah dan Air tercemar. Ihsan ketua HMIT (himpunan mahasiswa/i ilmu tanah) bersama Hari Yanto (hari kikuk) dan Andri mengajak para pejalan kaki menghormati Tanah dengan tidak membuang sampah sembarangan yang nantinya akan mencemari tanah dan air. Ihsan menambahkan dalam rangka hari Tanah Internasional ini juga HMIT mengadakan diskusi di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi untuk terjun lapang ke hulu sungai Ciliwung dan diskusi tentang permasalahan Agraria menjadi topik pilihan serta mengundang Dekan Fakultas pertanian Institute Pertanian IPB Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr sebagai pembicara dalam serangkaian hari Tanah Dunia. 
Dalam pemaparannya Dr. Ir. Ernan Rustiadi. M. Arg memaparkan tentang permasalahan sampah dan prilaku manusia yang kurang menghormati Tanah, serta terkait sejarah terbentuknya Universitas Institute Pertanian Bogor. Dimana IPB di resmikan oleh Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno yang pada pidatonya juga mengundang seluruh rakyat, petani di Indonesia pada saat itu juga di hadiri oleh pak Toyib. Tentang ketahanan pangan merupakan hidup mati negara Indonesia.
 
Selain itu Dr. Ir. Ernan Rustiadi. M. Arg juga menjelaskan akan pentingnya ketahanan pangan bagi Negara Indonesia dimana pulau jawa yang merupakan hanya 6 persen dari daratan Indonesia menjadi tumpuan dan pemasok pangan sebesar 60 persen bagi seluruh rakyat Indonesia. 
Selain membahas terkait pertanian dan pasokan pangan Dr. Ir. Ernan Rustiadi. M. Arg. Juga menceritakan tentang hukum negara kita serta para pelaku penguasaan lahan bagi para konglomerasi Negara kita sendiri. Dimana para konglomerasi negri ini mementingkan dirinya sendiri ketimbang rakyat banyak. Padahal kalau bicara hukum, hukum sebenarnya sudah ada sejak dari jaman kerajaan yang kini kita kenal dengan nama hukum adat, sebenarnya hukum adat ini merupakan hukum yang turun temurun ketimbang hukum yang kita kenal saat ini, yang kita ikuti peraturannya sejak pada jaman penjajahan hindia belanda dimana pada jaman itu hanya orang yang berkuasa saja yang memiliki lahan yang luas, apa bedanya dengan sekarang? Hanya orang yang punya uang banyak yang memiliki tanah/lahan yang luas untuk kepentingan kalangan nya sendiri tampa memikirkan rakyat dan petani. Seharusnya kita memiliki batasan karna kalau ini terus dibiarkan maka ketahan pangan negara kita akan terancam dan petani juga tidak memiliki lahan sehingga menjadi pekerja di tanahnya sendiri nantinya. Tutur Ernan. Tapi berkaca dari hukum bahwasannya pada tahun 2013 dimana ada organisasi non pemerintah Yaitu AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara)  mengugat kementerian Kehutanan terkait permaslahan lahan hutan lindung yang mengacu pada hukum yang merunut pada pemerintahan Indonesia dimana Hutan Lindung maupun Kawasan hutan merupakan milik Negara, padahal didalamnya masih banyak masyarakat adat salah satu contohnya di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Papua, dan pulau Sulawesi di Nusantara ini yang masih hidup didalam hutan dengan rumah rumah yang berada di dalam hutan, dimana menurut hukum pemerintah kita itu tanah Negara. Padahal mereka juga sama (masyarakat adat) memiliki keyakinan bahwasanya apa yang mereka tempati dan tinggali merupakan warisan dari para leluhur masyarakat Adat itu. 
Namun pada tahun 2013 dimana pada saat itu Komisaris Jendral Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Ir.  Abdon Nababan, mengugat Kementerian kehutanan ke Mahkama Kontitusi (MK) terkait permasalahan Lahan dan Tanah Adat yang merupakan warisan leluhur itu dan dalam perjuangan memperjuangkan Hak masyarakat adat terkait tanah dan lahan mereka membuahkan hasil, sehingga bisa merubah hukum bahwasanya sejatinya hukum yang memang seharusnya jadi panutan adalah hukum Adat tutur Dr. Ir. Ernan Rustiadi. M. Agr pada mahasiswa/i yang hadir di acara serangkaian memperingati Hari Tanah Dunia. 

Oleh sebab itu seharusnya para penerus Bangsa seperti kalian(mahasiswa/i) inilah yang seharusnya kritis nantinya yang juga ikut memperbaharui dan memberikan masukan terkait kebijakan pemerintah tentang Agraria. Tentunya oleh sebab itu kalian akan tahu bahwasanya betapa pentingnya ilmu kalian tentang Ilmu Tanah yang kalian pelajari, di tambah kalian juga kemarin yang juga  terjun lapang di hulu sungai Ciliwung, dimana tentunya kalian melihat langsung apa yang terjadi di hulunya Ciliwung bahwasannya banyak di dapati pelangaran-pelangaran yang berkaitan dengan tataruang dan persoalan Agraria. Dimana bukan hanya petani yang merusak lahan hutan maupun hutan lindung namun juga banyak para konglomerasi Negri ini juga yang merusaknya bahkan orang-orang itu bukannya tak mengerti hukum, malahan mereka sangat ahli dalam hukum maupun yang seharusnya menegakkan hukum itu sendiri pun terlibat.  Jadi apa yang salah dari negri ini untuk mempertahankan persoalan pangan dan Agraria di tambah jika musim kemarau, air kering masyarakat sulit mencari air, air yang ada pun juga tercemar oleh sampah. Yaitu sungai-sungai di Bogor ini juga tercemar seperti halnya Ciliwung dan Cisadane padahal airnya masih di manfaatkan namun kalian lihat kondisinya seperti apa setelah kalian terjun lapang. Jadi gimana hasil pertanian kita akan sehat kalau airnya pun tercemar di tambah makin banyaknya para petani yang berharap hasil panennya melimpah yang mengunakan pupuk kimia, padahal itu belum tentu membuat hasil panen melimpah. Tutup Dr. Ir. Ernan Rustiadi. Agr. Dalam paparan serangkaian Hari Tanah Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Desember 2014 kemarin. 

Minggu, 30 November 2014

Kampaye Sungai Ciliwung Cisadane di tataraan Campus IPB

Pada tanggal 30 November 2014, Satgas Pengelolaan Sampah Faperta Hijau IPB, berkampanye dan mengenalkan jati dirinya dalam upayanya menggapai mimpi Sungai Tjisadane bersih. Kami berharap mimpi ini juga dilihat di mata mahasiswa/i IPB. Kampanye dilakukan di Gedung Toyib, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, dan di pelataran Koridor Pinus.

Pada acara yang di inisiasi oleh  BEM  Faperta dan mahasiswa/i Agriphoria IPB, kami Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) juga berkesmpatan mengenalkan jati dirinya melalui kampaye. Kegiatan KWCC ini di persentasikan oleh Dr. Ir. Ernan Rustiadi selaku Dekan Fakultas Pertanian IPB di Gedung Toyib dan Hari Yanto (Hari Kikuk) di pelataran Koridor Pinus.

Hari Kikuk (baju biru) bersama pengunjung kampanye KWCC di Koridor Pinus, IPB.

Sebenarnya Acara di Pinus dan di Toyib adalah serangkaian, namun kita harus berbagi peran sembari mencari contoh yang kongkrit untuk menjadi narasumber untuk menginpirasi di kegiatan kami. Nah pada acara ini, ada beberapa narasumber yang berpersentasi, yaitu Een Dari KPC Bogor, Pak Ernan Dari Faperta Hijau, Pak Kamil yang menjelaskan tentang biopori.

Pada intinya, di acara ini, kami Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) dalam upaya hampir sama yaitu pengen menyelamatkan lingkugan. Seperti halnya Pak Kamil tentang biopori. Pak Kamil pengen bebrbuat sesuatu untuk mencegah air supaya tidak langsung masuk ke sungai.

Ditambah memang Kota Bogor merupakan kota hujan. Jadi belum tentu aman kalau musim kemarau datang, kata Pak Kamil. Contohnya dua tahun yang lalu, tahun 2012 Bupati Bogor didemo warganya karna susahnya mendapatkan air.  Oleh sebab itu, tutur Pak Kamil, mari kita salurkan air kita ke dalam tanah. Mari kita buat lubang biopori, tutup Pak Kamil.

Pak Ernan, Dekan Faperta IPB menjadi nara-sumber tentang pengelolaan sampah di Kampus Darmaga.

Senada dengan Een Irawan Putra, gimana pada tahun 2009 di Kota Mbogor, ada sebuah kelompok yang lahir dari hanya karna hobynya yang suka memancing di Sungai Ciliwung. Yaitu Hari Yanto (Hari Kikuk) dan Hapsoro (Alm). Dari kedua orang inilah kelompok KPC (Komunitas Peduli Ciliwung) ini terbentuk.

Yang kini saya geluti dengan ber-KPC dan berupaya menyelamatkan Tjiliwoeng tak perduli orangnnya banyak maupun sedikit, tak perlu perdebatan, tak perlu banyak omong, yang perlu adalah apa yang harus kita lakukan jika Ciliwung rusak? Bagaimana jika sungai banyak sampah dan tercemar?

Komunitas ini memiliki slogan Ciliwung Ruksak Hirup Balangsak, yang artinya jika Ciliwung ruksak hidup kita yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) akan balangsak atau sengsara. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Kota Bogor merupaka sebuah kelompok yang voluntary berkegiatan di Sungai Ciliwung di setiap pekannya.

Asun dari Komunitas Ciliwung.

Hal di atas sama persis dengan apa yang ingin dilakukan oleh Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) untuk menjawab mimpi Sungai Tjisadane yang berair bening, jernih ditumbuhi rerindangan pohon. Hal lain juga sungai dimanfaatkan oleh mansyarakat bantaranya dengan MCK. Bukan dijadikan tempat sampah maupun tempat buang limbah.

Karna, salah satu yang mendirikan Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) merupakan juga yang mendirikan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), oleh yaitu Hari Yanto Kikuk dan beberapa kawan-kawannya. Maka memang mimpi dan nama Tjiliwoeng juga di bawa ke Tjisadane yang bertujuan tetap melakukan sesuatu didekatnya tinggal.

Tak perduli itu sungai apa, tak perduli orang akan bilang apa, tak perduli dianggap gila. Yang Hari Yanto (Hari Kikuk) dan kawan-kawan pedulikan adalah apa yang perlu dilakukan untuk sumber kehidupan air Sungai Cisadane dan Ciliwung. Demi KWCC yang telah didirikannya bersama kawannya.

Slogannya pun sama yaitu Cisadane Ruksak Hirup Balangsak. Artinya: jika Cisadane rusak, hidup masyarakat di daerah aliran sungainya akan sengsara. Yang membedakan adalah cara dan upaya penyelamatannya. Jika di Ciliwung mulung sampah di sungai setiap hari Sabtu Pagi, di Cisadane memulai berkampanye merubah dan mengingatkan orang-orang dari segi prilaku tidak buang sampah sembarangan. Alasanya dimanapun orang buang sampah, ujung-ujungnya ke sungai dan muaranya ke laut.

Tempat sampah yang memisahkan antara sampah plastik/kertas dan sampah organik.

Nah pada kesempatan acara Handycraft  Argophoria di Koridor Pinus, Faperta IPB, Hari Yanto (Hari Kikuk) diminta menjadi juri kerajinan tangan dan inovasi. Kegiatan ini dilakukaan oleh anak-anak SMA terbaik bangsa di Indonesia.

Hari Kikuk menyampaikan visi missi Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) serta peranannya berkomunitas. Hal lain juga, upayanya menyelamatkan lingkungan di Indonesia khususnya sungai-sungai yang mengalir di Mbogor.