Sabtu, 27 September 2014

Dari Anak ke Cucu,"Nasib Anak Sungai Berdampak ke Sungai Cisadane"

Akankah sungai ini kering pada musim kemarau seperti yg sedang terjadi pada saat ini (September 2014)?

Sungai Ciketug merupakan salah satu sungai yang ada di desa Ciketug Lebak. Sungai ini membentang dari Kampung Ciketug Tonggoh hingga bermuara di Kampung Ciketug Lebak, dan terus mengalir masuk ke aliran Sungai Cikaniki.

Sungai Cikaniki sendiri merupakan salah satu anak sungai Cisadane yang berhulu di bawah kaki Gunung Botol, Pegunungan Halimun. Muara Sungai Cikaniki di Sungai Cianten, yang di jadikan PLTA Karacak di Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor. Lalu aliran Sungai Cikaniki dialirkan oleh Sungai Cianten menuju Sungai Cisadane.

Sungai Cisadane utama sendiri berhulu di bawah kaki Gunung Gede Pangranggo, di Desa Wates, Kampung Ciwaluh. Muaranya ke Teluk Jakarta. Aliran Cisadane melewati Kab. Bogor dan Kota Bogor, terus ke hilir hingga bermuara di Tangerang, Banten. Begitu panjangnya Cisadane, bahkan anak-anak sungainya pun seukuran seperti Sungai Ciliwung, yang juga berhulu di bawah kaki Gunung Gede Pangranggo. Begitulah alur-alur anak sungai ini Cisadane ini.

Nah mari kita lihat bersama kondisi anak ke anak dari sungai Cisadane ini. Bagaimana kalau anak sungai Cikaniki ini kering? Bagaimana nasib orang-orang serta makluh hidup yang mengantungkan nasibnya terhadap anak sungai ini?

Waduh kalau sampai anak Sungai Cikaniki ini kering, gawat, gawat, gawat .... Betapa terasa sulitnya mencari air bagi orang-orang Kampung Ciketug. Kondisi saat ini aja belum kering sepenuhnya, tapi sudah terasa susahnya mencari air. Akibat musim kemarau seperti saat ini, sumur-sumur warga Kampung Ciketug Lebak banyak yang kering kelontang. Warga pun hilir-mudik pagi sore mencari air ke sungai ini untuk kebutuhan MCK. Walah nasib, nasib, nasib, jadi orang gunung....

Seharusnya orang gunung tidak akan kekurangan air jika memang sungai dan mata air yang ada bisa di jaga dan di rawat. Namun apa boleh di kata, nasi sudah jadi bubur, musim kemarau telah datang, hutan kayu banyak yang di tebang, hutan gudul, tebing-tebing rawan longsor jika musim penghujan, maklum daerah gunung wajar kalau banyak tebing he he he.

Tapi memang air Sungai Ciketug bukan satu-satunya anak sungai yang dimanfaatkan oleh warga Desa Pangkal Jaya, dan warga Kampung Ciketug Tonggoh maupun Lebak. Selain air Sungai Ciketug juga ada Sungai Cisawer, anak Sungai Cikaniki juga. Kalau Cisawer lebih parah ketimbag Ciketug kondisinya selain airnya keruh karena sedimen pasir, juga banyak sampahnya.

Untung aduh untung masih ada Cilegok, cilegok merupakan mata air yang ada di tebingan bantaran Ciketuq kp. Ciketuq Lebak. Mata air ini tidak pernah kering walaupun kemarau berkepanjangan, karna apa? Di atas Cilegok banyak tumbuh pepohonan yang rindang serta masih banyaknya pohon bambu di atas mata air ini,

Suatu ketika dulu pada tahun 2000 air ini sempat menggecil, mengecilnya mata air ini di sebabkan salah satu rumpun bambu di atas tebingnya di tebang habis oleh yang punya bambu dan pohon-pohon di sekitarnya yang besar2 juga di tebang. Namun karna mengecil mata air ini di gali lagi oleh warga setempat, sehingga walau airnya kecil karna di gali lagi dan di bikin bak air ini masih bisa mencukupi kebutuhan warga sekitar.

Setelah kejadian itu dengan mengcilnya air ini warga akhirnya bermusawarah dengan pemilik lahan dan berkomitmet menjaga pohon keras dan rumpun bambu yang tersisa supaya kejadia yang pernah menimpah mengecilnya mata air cilegok tidak terjadi lagi. Mudahan atas ke jadian yang telah menimpa Cilegok tidak terulang lagi, dan serta terciptanya masyarakat yang perduli lingkungan dan menjaga pohon2 keras maupun rumpun bambu ini tetap terjaga .

Karna manfaat air cilegok tentunya akan kembali di rasakan serta tetap terjaga jika saja manusia maupun warganya menjaga alam sekitarnya, menjaga pohonya, menjaga kebersihan. Serta menjaga air ini tetap ada demi anak cucu kita di kemuadian hari, supaya jika kemarau datang air ini masih bisa di nikmati seperti halnya kita yang menikmati sekarang.

Mudah-mudahan Ciketuq tetap mengalirkan air walau pun airnya kecil, karna apa? Kalau sampai gak mengalirkan air berarti mata airnya tidak ada lagi, ci legok pun sudah mati, dampaknya pun pasti petani di kampung ciketug akan kesusahan mencarti air, orang-orang pun pastinya akan kesulitan mencari air lagi karna memang yang bisa beryahan walau kemarau panjang adalah mata air Cilegok yang menggalir ke Ciketuq serta memberi manfaat untuk warga kampung Ciketuq.

Oleh sebab itu ayoo kita galakan penanaman pohon bersama-sama dengan Komunitas Wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC), Cisadane Institute dan Recikal Tani Lestari (Remaja Ciketug Lebak Tani Lestari).

By: Hari Kikuk

Tidak ada komentar: